BLOG Kota Podomoro

Kota Podomoro Tenjo: Kota Mandiri di Jakarta Barat dengan Segudang Keunggulan

Tenjo.kotapodomoro.co.id, TenjoBanyak orang yang memilih untuk tinggal di pinggiran kota Jakarta karena rumah di pusat kota memiliki harga yang terlampau tinggi. Sementara, pinggiran kota terutama kota satelit memiliki fasilitas dan potensi investasi yang tidak kalah canggih dibandingkan dengan rumah di pusat kota.

Salah satunya adalah Kota Podomoro di Tenjo City yang merupakan kawasan perumahan greenbelt pertama berkonsep kota mandiri. Kawasan kota mandiri green belt adalah kawasan ruang terbuka hijau yang memiliki tujuan utama untuk membatasi perkembangan suatu penggunaan lahan atau membatasi aktivitas satu dengan aktivitas lainnya agar tidak saling mengganggu.

Dengan menggunakan konsep green belt, maka kawasan di Kota Podomoro akan terasa lebih eksklusif sekaligus asri karena kawasan kota mandiri terpisah oleh bentangan kawasan hijau yang menyegarkan. Selain itu, Kota Podomoro yang dikembangkan dalam skala kota memberikan beragam fasilitas terbaik yang sangat lengkap.

Kota Podomoro Tenjo merupakan kota satelit baru di barat Jakarta dan akan menjadi Serpong berikutnya dengan pengembangan yang terintegrasi antara hunian, komersial, dan area hijau yang sangat luas. Memiliki 2 aksesibilitas yang terbaik yaitu Tol Serpong - Balaraja dan Grand TOD di jalur KRL Serpong yang akan segera dibangun.

Apa saja keunggulan Kota Podomoro Tenjo yang menjadikan kawasan perumahan kota mandiri ini tidak kalah dengan kawasan yang berada di pusat kota Jakarta? Simak selengkapnya di sini.

Grand TOD Kota Podomoro Tenjo

Sebagai salah satu kawasan kota mandiri yang menjadi kota satelit wilayah DKI Jakarta, tentu saja konektvfitas dan kepraktisan transportasi menjadi salah satu fasilitas yang wajib tersedia. Kota Podomoro mengusung konsep grand Transit Oriented Development (Grand TOD) yang menggabungkan berbagai fasilitas transportasi ke dalam satu kawasan.

Grand TOD Kota Podomoro Tenjo sebagai simpul TOD yang menghubungkan infrastruktur di Jakarta Barat dengan Kota Podomoro Tenjo merupakan salah satu terobosan besar. Keberadaan simpul TOD tersebut akan mampu memberikan kemudahan akses transportasi dan mobilitas penghuni Kota Podomoro dengan berbagai kawasan lainnya di Jabodetabek. TOD ini juga akan menghubungkan Kota Podomoro Tenjo dengan infrastruktur jalan tol dan akses KRL commuter line Jabodetabek.

Grand TOD ini akan menyambungkan Tol Serpong Balaraja dan Stasiun Serpong pada satu simpul transportasi yang praktis untuk digunakan. Simpul transportasi yang praktis ini tentu saja akan memudahkan para pengguna dalam mengakses berbagai wilayah yang ada di sekitar Kota Podomoro Tenjo.

Terkoneksi dengan Jalur Hijau

Permasalahan utama yang dihadapi oleh penduduk di kota besar adalah polusi udara yang dicemari oleh asap kendaraan dan industri. Untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas polusi asap diperlukan solusi yang revolusioner. Salah satunya adalah dengan mengembangkan kawasan green belt di masa jalur hijau menjadi pemisah antara kawasan industri di kota besar dengan kawasan hunian di pinggirannya.

Memiliki luas 650 hektar, Kota Podomoro Tenjo dikelilingi jalur hijau yang juga terkoneksi dan berfungsi sebagai sarana transportasi. Hal ini menjadikan jalur hijau Kota Podomoro memiliki fungsi yang unik yaitu memisahkan sekaligus menjadi entry point bagi kawasan Kota Podomoro Tenjo. Jalur hijau Kota Podomoro Tenjo tidak hanya berfungsi sebagai pemisah antar kawasan namun juga sebagai jalur transportasi dua arah yang menyambungkan kawasan tersebut.

Dengan dikembangkannya Kota Mandiri Green Belt, kualitas kawasan pemukiman masyarakat di Tenjo Kota Podomoro dapat ditingkatkan dengan seginfikan. Green Belt memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai salah satu bentuk hutan kota yang dapat menjaga kelangsungan hidup bumi. Green Belt mampu membersihkan debu, zat kimia yang telah menyatu di udara, serta karbondioksida atau CO2, pepohonan dan tumbuh-tumbuhan lain yang akan menjaga kesehatan udara dengan menyerap partikel; Selain itu Green Belt juga dapat menjadi penyerap panas di perkotaan.

Konsep Rumah Tumbuh

Rumah menjadi salah satu aset terpenting dalam kehidupan masyarakat. Namun, keterbatasan lahan menjadi kendala utama yang menyebabkan harga-harga rumah melambung kian tinggi. Padahal, keluarga akan terus berkembang dan membutuhkan ruang hidup yang lebih besar seiring berjalannya waktu.

Untuk itu, Kota Podomoro Tenjo mengembangkan konsep rumah tumbuh untuk menjadi solusi permasalahan tersebut. Rumah tumbuh adalah rumah yang dibangun secara bertahap menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan biaya pemiliknya. Pertumbuhannya bisa secara horisontal (dalam tingkatan yang satu level) kalau luas lahannya memadai dan vertikal (menambah tingkatan ke atas) kalau lahannya terbatas.

Sehingga, setiap rumah di Kota Podomoro dapat dimodifikasi dan dikembangkan sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan penghuninya. Hasilnya, berbeda dengan konsep perumahan yang menawarkan desain rumah serupa, Kota Podomoro memberikan fleksibilitas yang tinggi bagi penghuni yang ingin merenovasi dan memodifikasi unit rumah di Kota Podomoro Tenjo.

Infrastruktur Kota Pintar

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat berbagai aspek kehidupan lainnya turut berubah. Perubahan tersebut diarahkan agar kehidupan manusia semakin praktis dan efisien. Menanggapi hal tersebut, Kota Podomoro Tenjo mengembangkan konsep infrastruktur pintar di mana setiap infrastruktur di Kota Podomoro memiliki teknologi yang canggih.

Infrastruktur pintar adalah salah satu bagian dari komponen-komponen pada Smart City. Bagian ini adalah bagian yang pertama direalisasikan karena merupakan bagian yang cukup penting yang berfungsi mengintegrasikan data dan mambuat fasilitas-fasilitas Sistem informasi didalam keberlangsungan Smart City menjadi berjalan. Salah satunya adalah infrastruktur listrik dan air yang menggunakan automasi digital sehingga penggunaan sumber daya tersebut dapat dilakukan secara lebih efisien dan efektif. (ADR)

ImgWaNow